Selasa, November 08, 2011

Ingat kan kaliaan? :D

Saya mengamati dan terus mengamati beberapa Blog teman-teman, baik yang sudah lama diikuti, juga barusan diikutin, (halo Nungki sama iYan, hehe) kebanyakan dari mereka menyuntikkan konten-konten islami dalam kehiduan mereka dibalik keyboard (masalahnya ini nulis di Blog, sob. Kalo di koran kampus, berarti dibalik pena lah). Saya selalu mencoba mengimplemetasikan nilai-nilai kehidupan islamik yang saya tangkap setiap harinya, tapi yaaa, namanya aja masih belajar, ilmunya masih dikit, meskipun belum setinggi mereka, meskipun sama-sama belajar, takutnya ada yang salah jugak. Diriku begitu isin (halah, "malu" maksudnya) kalo nanti ada salah-salah kata dan pengartian, malah jadi berabe.

Jadi, maaf ya, sob. Buat yang kemaren rekues konten islami, nanti masih dicerna dulu, ilmunya cetek, euy. Mueheheh.  :D

>> Ndik, kenapa buru-buru posting? Ngebet amat, kayak mau ngajak kawin aja...

Eits, bukan gitu, bukan masalah kawinnya, tapi masalah tahunnya nih. Kan saya (halah, bahasamu, Ndik. Biasanya kan pake lu ato gua?) baru-baru ini ulang tahun, iya Alhamdulillah, it's been a hectic, romantic, blissfully, great, colored, cheerful, problematic, practical, egocentric, jumpful, hebring, delicious and delightful years!

Setahun dalam satu lingkaran adalah mati, yang diharapkan adalah kedalaman dari lingkaran tersebut, kan?

Weits, sore ini, iya, ini sore kok. Tanpa sengaja, ketemu lagu yang bikin merinding disko di sela-sela istirahat Ashar.

Gini lagunya : 
Ono tangis kelayung layung, tangise wong kang wedi mati
(Ada tangis meraung-raung, tangisannya orang yang takut mati)
gedongono kuncenono, yen wes mati, mangsa wurungo
(tolong dibungkus dengan kain, tolong dikunci, kalau sudah mati,, waktunya bermurung diri)

ditumpakke kreto jowo, rodane roda menungso
(dinaikkan kereta jawa, rodanya roda manusia)
ditutupi ambyang ambyang, disirami banyune kembang
(ditutupi dengan kain, disirami air bunga)

duh Gusti Allah , Kulo nyuwun pangapuro
(ya Allah, saya minta maaf)
neng sayange wes ora ono guno... 
(tapi sayangnya sudah tidak berguna)
 

Judulnya Kelayung-Layung, maksudnya meraung-raung.
Ini lagunya tentang orang yang takut mati, tapi akhirnya mati.

Rekomendasi dari seorang temen, semoga dirinya juga diingatkan dengan diperdengarkannya lagu ini.

Aamiin.  :D

Sabtu, November 05, 2011

Ngeluh mulu, sob?!

Sekarang hari Sabtu, harinya orang sibuk menghadiahi diri mereka masing-masing sebuah applause, sebuah penghargaan atas kerja keras mereka seminggu ini dengan mengistirahatkan pikiran yang lembut di atas segumpal kasur yang empuk.

Kita selalu mendorong tubuh kita melakukan hal yang melampaui comfort-zone kita. Kata orang, it's good to train you, you could be better in some ways. 

Faktanya, kita melewati sebuah sesi paling menurutkan semangat sepanjang sejarah manusia. Mengeluh.
Sebenarnya, manusia bisa terbang. Buktinya, pesawat tercipta.
Sebenernya, manusia bisa melihat hal paling kecil dari seluruh keunikan tata surya. Buktinya, mikroskop tercipta.
Sebenarnya, manusia bisa melampaui kecepatan hewan. Buktinya, mesin tercipta.
Sebenarnya, manusia bisa menembus langit, menghambur bumi, mengoyak langit, membelah bulan jadi dua, melompat-menggapai langit dan akhirnya mengubur diri sendiri.

Mereka tidak mengeluh, sob!
Mungkin mereka begitu depresi karena hal yang ada tidak sesuai dengan keinginan hasrat mereka. Tapi mereka tidak merengek, menyalahkan siapapun dan apapun (termasuk keadaan dan waktu).

Oke, I have my own image in this. He is Joker.
Ya, apa bagusnya Joker? Dia musuh, orang jahat yang selalu pake alat-alat usil "unthinkable" buat ngalahin Batman.

Dari sisi pandang saya, dia terlihat tidak pernah menyerah.
Culas, licik dan yang paling penting, punya seribu cara menghajar dengan lelucon.
Terlebih, dia selalu ketawa, freakishly-laughing though.

Maybe, he just....need a friend?